Pertanyaan besar tentang sosok yang penuh kharisma, haruskah engaku kalah pada sebuah label musik?
Album Iwan Fals yang bertema 50:50 tersyirat kekalahan pada label musik yang hanya mementingkan nilai - nilai materi daripada kebebasan untuk berkarya. Album yang coba mengecilkan sosok Iwan Fals untuk menciptakan bait - bait kata yang apa adanya tetapi menyentuh rasa empati sebagai perwakilan kaum - kaum yang terpinggirkan. Walaupun setengah lagu - lagu yang ada dialbum 50:50 bertema sosial tetapi belum bisa membuktikan Iwan Fals masih seperti dulu, lagu - lagu cinta yang tercipta dari tangan musisi - musisi muda sebagai bukti bang Iwan harus menyerah pada label musik yang hanya beroreintasi pada penjualan dan mengeyampingkan nilai - nilai humanisme yang biasa kita dengar disetiap album nya
Ada suatu kekhawatiran kepada-nya, mungkin saja dialbum selanjutnya tak terdengar lagi suara lantang yang coba melantunkan nada - nada sumbang terhadap kondisi indonesia yang semakin parah
Friday, 17 August 2007
Haruskah Engkau Kalah Pada Label Music
Posted by
achi
at
15:55
6
comments
Sunday, 8 July 2007
Semua Harus Berubah
Kuberdiri menatap rumah yang tersusun rapi, hingga menembus kenangan masa laluku dulu, sekitar 15 tahun lalu masih kurasakan panasnya mentari ditengah sawah bermain bersama kawan mencari ikan, belut hingga mengejar layangan yang putus
Tawa lebar, bermain lumpur disawah hingga sore mengantarku pulang dengan omelan ibuku, sungguh menyenangkan tapi itu dahulu, persawahan itu telah berubah menjadi tembok yang kokoh tempat pemukiman para pendatang.
417 tahun kota ini berdiri, perubahan terjadi disegala bidang, trasportasi semakin canggih menyebabkan asap semakin banyak, membuat polusi udara hingga sulitku untuk bernapas, gedung - gedung tinggi yang angkuh berdiri diantara gubuk - gubuk kecil yang sebentar lagi juga tergusur, kotaku bersinar terang tetapi adikku tidak bisa belajar karena listriknya padam 3 kali dalam 1 hari seperti minum obat saja.
kapankah kisah ini akan berakhir... kisah sedih tentang kota yang tidak nyaman lagi... horas medan
Posted by
achi
at
11:28
0
comments
Kawar 2007
Kawar, 30 juni 2007, sebuah anugerah masih bisa menikmati keindahaan alam ciptaan-MU, disela kesibukan kota yang memang tidak nyaman lagi, napasku semakin sesak oleh polusi asap kendaraan import yang semakin banyak, ada suatu kegaguman disana, kawar semakin bersih, tidak seperti 2 tahun yang lalu banyak sampah pendaki gunung.. buat para Ranger dua jempol buat totalitasnya menjaga alam kawar dan gunung Sinabung...
kuberharap bisa mengulang semuannya lagi,menikmati kebebasanku dialam tempatku menumpang.
Posted by
achi
at
10:56
0
comments
Monday, 25 June 2007
Dia (Pahlawan Devisa) antara Harapan dan Derita
Berawal dari hasrat untuk mengubah hidup demi anak - anak dan keluarga menjadi lebih baik,manusia mana yang ingin selalu hidup dalam kemiskinan.....?
Dia terpaksa pergi keseberang, perempuan desa dengan harapan yang besar untuk mengubah semuanya, tapi kenyataan memang tidak seindah harapan, Dia harus menerima kenyataan pahit, harapan harus dibayar mahal dengan penderitaan....
memupus harapan dengan pemberontakan lebih baik dari pada harus tetap ditindas
Posted by
achi
at
13:44
0
comments
Film atau Propaganda
Semua pasti pernah menyaksikan film yang diproduksi oleh orang - orang Amerika Serikat (United Nation) sebuah negara yang selalu menjadi biang kerok dari tragedi - tragedi dunia, bertopengkan UNO (United Nation Organization)atau PBB (Indonesia Version)
Hampir semua film produksi Amerika serikat selalu menunjukan kenarsisan negaranya, mulai dari film - film yang bertema perang dan juga bertama sosial, ketika kita menyaksikan film rambo, Amerika serikat yang jelas - jelas dialam aslinya harus mundur karena kekalahan mereka melawan tentara girlya Vietnam, ternyata mengisahkan lain, film itu selalu menampilkan keperkasaan tentara Amerika dalam berperang dan kekejaman tentara girlya Vietnam terhadap tawanan Amerka Serikat.
Banyak film produksi Amerika Serikat dijadikan alat propaganda demi kepentingan negara, melalui film, Amerika Serikat coba menanamkan image sebagai negara Adikuasa yang selalu hadir menjadi pahlawan disetiap misi - misi internasionalnya, tidak ada negara yang mampu mengalahkan kekuatan Amerika Serikat dalam segala bidang, terutama teknologi , ekonomi, sosial budaya serta pendidikan.
Sampai pada akhirnya, ketika semua mahkluk dimuka bumi ini sudah mengaku kalah, mereka mulai mencari musuh dari planet yang lain, Alien, mahkluk luar angkasa yang akan mengahancurkan semua makhluk bumi dijadiakan sasaran selanjutnya.
Produksi film alien menjadi bukti, Amerika serikat kembali menjadi negara penyelamat bumi dari mahkluk luar angkasa itu, menakjubkan..... propaganda yang masih sulit kuterima .....
Posted by
achi
at
13:27
0
comments
Kuharus Bergerak
Sinar mentari pagi menembus jendela kamarku, serasa indah pagi ini, segelas kopi dan sebatang rokok menemaniku berimajinasi tentang hari, apa yang harus kulakukan hari ini?
Perlahan kunikmati kopi yang kubuat, begitu nyaman hati ini walaupun banyak masalah yang belum terselesaikan dan sangat membebani pikiranku, hembusan asap rokok sepertinya berisyarat lebih baik aku lari dari semua masalah ini dan coba hidup bebas seperti asap lenyap ditelan angin pagi itu, teringat perjalanan masa laluku, ketika kesusahan membebani pikiranku, kutak enggan tuk melawan kenapa kubegitu lemah, dimana aku yang dulu, dimana teriakan - teriakan itu dimana... dimana....
Permainan hidup ini belum berakhir, masih banyak hal yang harus kuungkap demi aku dan orang - orang disekitarku
" Menerjang ganasnya ombak untuk mencapai pulau diseberang lebih baik dari pada menjadi penonton yang hanya berdiri dibibir pantai
kuharus bergerak........
Posted by
achi
at
12:27
0
comments
At The Corner
Sudah muak aku berada di pojok itu..... sudah banyak kuhabiskan waktu disana dan aku sadar orang - orang disekelilingku yang telah berubah
hanya tertinggal aku dan seorang temanku yang masih tersisa, eh aku lupa ternyata ada seorang tukang babat yang masih setia dikokohnya gedung itu setia dengan mesin babatnya, sempat kuberpikir untuk lari dari pojok itu, mencoba mencari pojok - pojok lain yang nyaman bagiku tapi keadaan yang memaksaku tetap berada dipojok itu menyaksikan dari kejauhan fenomena hidup yang semakin lama semakin tak dapat kuterima dengan akal sehatku serta celotehan - celotehan monoton yang sangat membosankan,tak dapat kupungkiri sudut itu menyimpan banyak kenangan, disana pernah ada tawa dan canda, disana juga pernah ada duka, andaikan waktu bisa kembali lagi.....
dipojok itu kumengenal arti persahabatan
dipojok itu kumengenal arti pengorbanan
dipojok itu kumengenal arti kemunafikan
dipojok itu kumengenal arti pengkhianatan juga...
Posted by
achi
at
10:21
0
comments





